Archive for the ‘Artikel & Makalah’ Category

Oleh: M. Fuad Nasar
Wakil Sekretaris BAZNAS
Pada akhir April 2013 yang lalu Prof.Dr.H. Imam Suprayogo resmi mengakhiri masa bakti sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah dijabat beberapa periode. Ketika pelantikan Rektor pada 2 Mei 2013, Menteri Agama Suryadharma Ali mengomentari pergantuin Rektor UIN Malang dari Imam Suprayogo kepada Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, sebelumnya menjabat Pembantu Rektor., “jika tak ada hangan oleh umurm tentu tidak ada pengganti pak Imam Suprayogo.”
Siapa Imam Suprayogo? Dia adalah sang nahkoda yang telah memberikan pengabdian, reputasi dan andil besar dalam merintis, membangun dan mengembangkan UIN Maulana Malik Ibrahim sejak berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Sudah ada beberapa tesis dan disertasi yang ditulis tentang pemikiran tokoh ini.
Sebelum memimpin perguruan tinggi agama Islam negari, Imam Suprayogo adalah Pembentu Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prestasi membesarkan UMM bersama Prof. Drs.H.A. Malik Fadjar selaku Rektor menjadi track-record yang mengantar Imam Suprayogo memimpin STAIN dan UIN Malang.
Sebagai cendekiawan muslim, Imam Suprayogo seorang pengamat masalah-masalah sosial, pendidikan, keagamaan dan politik yang rajin menuliskan hasil pengamatan, pikiran-pikiran serta gagasannya untuk dikaji lebih lanjut oleh masyarakat luas. Beliau penulis yang produktif menghasilkan tulisan setiap hari sehabis shalat shubuh. Dalam tugasnya memimpin UIN, Imam Suprayogo berupaya menghilangkan dikotomi antara ilmu agama (Islam) dan ilmu umum dengan metode “pohon ilmu” yang dia populerkan di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Salah satu terobosan Imam Suprayogo selalu rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah mendirikan lembaga ZIS (Zakat, Infaq dan Shadaqah). Lembaga sebagaimana dimaksudkan belakangan dikenal dengan nama Pusat Kajian Zakat dan Wakaf (eL-Zawa). Bukan hanya pusat kajian, tetapi sekaligus pengelola zakat. Secara empirik gerakan dan syiar zakat di kampus UIN Malang mematahkan anggapan bahwa perguruan tinggi agama Islam negeri di bawah naungan Kementerian Agama tertinggal dari yang lain. Hal itu tidak seluruhnya benar dan UIN Malang salah satu contoh yang dapat dibanggakan. Read the rest of this entry »

Zakat, Infaq, dan Sedekah adalah Salah Satu Pilar Universiatas Islam
Pada pertengahan tahun 2013 ini Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melewati fase bersejarah. Pada tanggal 4 Mei 2013 M atau bertepatan dengan tanggal 23 Jumadul Akhir 1424 H, telah dilakukan pergantian kepemimpinan dari Prof. Dr. H. Imam Suprayogo selaku rektor yang lama kepada Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. sebagai rektor yang baru. Setelah dilakukan serah terima jabatan, Prof. Imam Suprayogo menyampaikan kesannya selama 16 tahun menjabat rektor. Perkembangan UIN Maliki Malang tidak terlepas dari peran seluruh jajaran hingga karyawan kampus yang selalu bersedia mengabdi tanpa batas. “Kampus ini besar, karena kita bersatu. Bukan karena saya, bukan karena anda, tapi karena kita semua. Ibarat jamaah yang selalu bersama-sama, maka pertahankanlah jamaah itu agar kita selalu bersama,” ucap Prof. Imam dengan penuh semangat. Dalam kesempatan ini pula, beliau juga berpesan agar rektor baru tetap mempertahankan tradisi baik yang sudah berjalan di kampus ini. Karena, tradisi lah yang membuat UIN Maliki berbeda dengan kampus manapun. Salah satu tradisi yang dimaksud adalah gerakan Zakat, Infaq, maupun Sedekah yang dikembangkan sejak tujuh tahun yang lalu.
Pesan ini kemudian direspon oleh Prof. Mudjia Rahardjo, dalam pidatonya baliau menyatakan “Apa yang sudah dikembangkan di sini, tidak akan saya ubah. Tapi mari kita sempurnakan agar menjadi lebih baik lagi.” Pernyataan ini begitu berkesan bagi Pusat Kajian Zakat dan Wakaf “eL-Zawa” UIN Maliki Malang. Iklim berzakat, berinfaq, maupun bersedekah di kampus UIN ini tidak akan menguap dengan adanya pergantian kepemimpinan ini. Disela-sela pemberian ucapan ucapan selamat atas terselenggaranya serah terima jabatan ini, Prof. Imam tidak lupa menyerahkan zakatnya secara langsung kepada pengurus eL-Zawa. Terima kasih Prof. Imam atas motivasi dan dukungannya terhadap eL-Zawa selam ini.

Kemiskinan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Pada tahun 2006, terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin yang cukup drastis, yaitu dari 35,10 juta orang (15,97 persen) pada bulan Februari tahun 2005 menjadi 39,30 juta (17,75 persen) pada bulan Maret tahun 2006. Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan harga BBM yang diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Akibatnya penduduk yang tergolong tidak miskin namun penghasilannya berada disekitar garis kemiskinan banyak yang bergeser posisinya menjadi miskin.