Archive for the ‘Uncategorized’ Category


Oleh : Tutik Hamidah[1]

  1. Pendahuluan

?????? ????? ?????? ?????? ?? ????? ?? ????? ???? ?????? ??? ?? ????? ??? ?????? ?????? ??? ?????? ????? ?????? ??? ?? ?????? ??? ??????? ?? ???? ??? ????

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. al-Baqarah[2]: 267).

Arti ayat di atas menjelaskan bahwa sebagian dari hasil usaha (harta) yang kita peroleh melalui pekerjaan-pekerjaan kita wajib kita nafkahkan (keluarkan zakatnya). Harta yang kita miliki, pada hakikatnya adalah milik Allah SWT. Allah-lah yang kemudian melimpahkan amanah kepada para pemilik harta, agar dari harta itu dikeluarkan zakatnya. Dengan demikian, harta dalam pandangan Islam adalah amanah Allah SWT. Di sinilah sikap amanah harus dipupuk, sebab seorang muslim dituntut menyampaikan amanah kepada ahlinya. Di dalam khazanah hukum Islam barang-barang yang wajib dikeluarkan zakatnya terbagi dua. Yaitu y Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 8.7/10 (3 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0 (from 0 votes)

Filantropi yang berasal dari bahasa Yunani, philein, “cinta” dan anthropos, “manusia”, bermakna tindakan seseorang yang mencintai sesama (manusia) dengan cara menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Umumnya, mereka adalah orang-orang kaya yang sering menyumbang kaum miskin. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, orang yang tak berpunya pun bisa berfilantropi dengan tenaga dan akhlaq mulianya.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bulan Mei lalu, eL-Zawa melakukan kegiatan penting di salah satu desa binaan eL-Zawa, Sumber Pucung. Dalam kegiatan ini, eL-Zawa bekerjasama dengan pesantren Rakyat al-Amin yang dipimpin oleh Abdullah Sam, S.Psi. Ada dua agenda besar yang dilaksanakan di sana, yakni pelatihan budidaya jangkrik dan peluncuran program UMKM.

Ternak jangkrik di desa Sumberpucung kini menjadi sebuah tren. Usaha ternak yang awalnya dirintis oleh Jani, pensiunan TNI, setahun yang lalu saat ini telah memproduksi sebanyak 2 kwintal setiap kali panen. Hal ini memberi inspirasi bagi remaja putus sekolah dan remaja pengangguran Sumberpucung untuk bergabung mengembangbiakkan jangkrik. Mereka yakin bisa beternak jangkrik karena binatang ini mudah dalam hal budidaya dan pemeliharaannya dengan biaya yang tidak besar. Oleh sebab itu, eL-Zawa berinisiatif untuk menggerakkan para remaja di desa itu untuk mandiri secara ekonomi sekaligus kuat agamanya di bawah naungan Pesantren Rakyat.

Sumberpucung semakin berpeluang sebagai sentra jangkrik untuk wilayah Malang Raya. Selain untuk pakan burung dan ikan, saat ini jangkrik telah diolah menjadi kripik yang suatu saat nanti dapat menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Selain itu, selama ini, jangkrik yang beredar di Malang Raya masih berasal dari Tulung Agung dan Kediri. Padahal, kalau dilihat dari sisi potensi alam, Malang lebih layak menjadi pusat jangkrik karena dukungan suhu yang sejuk. Jangkrik tidak tahan hidup di udara terlalu panas atau terlalu dingin. Oleh sebab itu, udara segar di Sumberpucung merupakan aset berharga sebagai penunjang kesuksesan budidaya jangkrik.

Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 14 Mei 2011 di aula Pesantren Rakyat al-Amin dengan narasumber utama pak Jani. Seusai pelatihan, para peserta yang jumlahnya 18 orang diberi kesempatan untuk magang di komplek peternakan jangkrik milik pak Jani. Mereka bergantian melakukan pemeliharaan dan perawatan jangkrik dari tahap paling awal pembenihan hingga paling akhir pra-jual. Dengan proses magang ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktik secara langsung. Tahap selanjutnya yang akan dilakukan eL-Zawa adalah penyediaan bahan baku berikut perlengkapannya yang dikhususkan bagi peserta pelatihan yang dinyatakan layak untuk memulai usaha.

Selain itu, program penting yang diluncurkan bulan Mei adalah pembukaan UMKM khusus desa binaan. Antusiasme pedagang di desa Sumberpucung sangat tinggi terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar melebihi batas maksimal dana yang bisa digulirkan. Beragam usaha telah mereka lakukan, antara lain bakso, kios buah, usaha peralatan pertanian, toko peracangan, usaha jual-beli barang bekas, dan usaha kripik belut. Dana bantuan tanpa bunga yang telah dikucurkan adalah sebesar Rp28.000.000 untuk 21 orang. Dana tersebut wajib digunakan untuk mengembangkan usaha, bukan untuk konsumsi keluarga. Dalam satu tahun, dana tersebut akan dikembalikan dengan cara mengangsur.  Semoga terobosan ini dapat meningkatkan manfaat dana yang diamanahkan ke eL-Zawa yang  selalu bekerja keras mewujudkan semboyannya “transparan dan profesional.”

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 1.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: -1 (from 1 vote)