Rihlah Akar Tangguh 2013
6 June 2013Dalam bahasa Indonesia dikenal pepatah tak kenal maka tak sayang. Itulah ungkapan yang barang kali tepat untuk menggambarkan tujuan kegiatan Pusat Kajian Zakat dan Wakaf “eL-Zawa” UIN Maliki Malang pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013. Untuk membangun hubungan emosional dengan penerima beasiswa Akar Tangguh, eL-Zawa memberikan fasilitas berupa tiket berwisata secara cuma-cuma. Tidak hanya itu, eL-Zawa juga memberikan uang saku, sehingga para penerima beasiswa dapat berwisata dengan hati gembira. Kali ini, lokasi yang dipilih adalah Jawa Timur Park I (Jatim Park I) yang terletak di Kota Batu Jawa Timur. Tempat wisata ini tidak hanya sekedar menyediakan wahana bermain saja, akan tetapi para peserta rihlah Akar Tangguh dapat memperlajari berbagai macam bidang keilmuan, seperti sosial-budaya, s...
Read more
Pengembangan terhadap sektor swasta kerjasama antara Harapan Umat dan eL-Zawa UIN Maliki (Maulana Malik Ibrahim Malang) merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi serta perlu diperhatikan. UMKM memiliki peran penting dalam pengembangan usaha di Indonesia. UMKM juga merupakan cikal bakal dari tumbuhnya usaha besar. “Hampir semua usaha besar berawal dari UMKM. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus terus ditingkatkan (improve) dan aktif agar dapat maju dan bersaing dengan perusahaan besar. Jika tidak, UMKM di Indonesia yang merupakan jantung perekonomian Indonesia tidak akan bisa maju dan berkembang. Satu hal yang perlu diingat dalam pengembangan UMKM adalah bahwa langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pihak UMKM sendiri sebagai pihak yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-sama dengan Pemerintah. Selain Pemerintah dan UMKM, peran dari sektor Perbankan juga sangat penting terkait dengan segala hal mengenai pendanaan, terutama dari sisi pemberian pinjaman atau penetapan kebijakan perbankan. Lebih jauh lagi, terkait dengan ketersediaan dana atau modal, peran dari para investor baik itu dari dalam maupun luar negeri, tidak dapat pula kita kesampingkan.
Pemerintah pada intinya memiliki kewajiban untuk turut memecahkan tiga hal masalah klasik yang kerap kali menerpa UMKM, yakni akses pasar, modal, dan teknologi yang selama ini kerap menjadi pembicaraan di seminar atau konferensi. Secara keseluruhan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengembangan terhadap unit usaha UMKM, antara lain kondisi kerja, promosi usaha baru, akses informasi, akses pembiayaan, akses pasar, peningkatan kualitas produk dan SDM, ketersediaan layanan pengembangan usaha, pengembangan cluster, jaringan bisnis, dan kompetisi. Perlu disadari, UMKM berada dalam suatu lingkungan yang kompleks dan dinamis. Jadi, upaya mengembangkan UMKM tidak banyak berarti bila tidak mempertimbangkan pembangunan (khususnya ekonomi) lebih luas. Konsep pembangunan yang dilaksanakan akan membentuk ‘aturan main’ bagi pelaku usaha (termasuk UMKM) sehingga upaya pengembangan UMKM tidak hanya bisa dilaksanakan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan pembangunan ekonomi nasional dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Kebijakan ekonomi (terutama pengembangan dunia usaha) yang ditempuh selama ini belum menjadikan ikatan kuat bagi terciptanya keterkaitan antara usaha besar dan UMKM.
Jalan Mawar dan jalan Kalpataru namanya, letaknya tidak jauh dari kota Malang kurang lebih jika ditempuh dari kota hanya cukup 10 menit saja. Memang kota Malang menjadi icon yang handal dalam dunia pendidikan dan sektor perdagangan. Dalam suatu jalan yang berada di kota Malang, terdapat dua jalan yang beberapa masyarakatnya menjadi binaan Harapan Umat yang diketuai oleh bapak M. Noor Choirullah, S.Pt juga dipromotori oleh eL Zawa yang diketuai oleh bapak Dr. Sudirman, MA. Dua lembaga ini dalam faknya lebih terkait dalam hal-hal penglolahan zakat yang dinamis serta dibutuhkan oleh para dluafa yang berada di pinggiran kota. Dalam kajian mereka, jika fakir miskin diberikan terus menerus dari amal zakat, tentunya pada hari itu juga apa yang telah diberikan dana tersebut akan habis, sebab dari apa yang telah diberikan ini akan dijadikan konsumtif (kebutuhan keluarga). Sehingga dari perkembangan ilmu pengetahuan tentang hukum Islam mengenai pendistribusian zakat, maka disalurkanlah zakat tersebut kepada para dluafa untuk dijadikan pinjaman modal tanpa bunga yang kelak akan dijadikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Tujuan utama dari peminjaman uang tanpa bunga untuk usaha ini adalah semata-mata demi mengangkat mereka yang semula dari mustahik (orang yang berhak menerima zakat) menjadi muzaki (orang yang memberikan zakat). Tidak itu saja, dua lembaga yang dijalankan secara professional ini berusaha untuk mengurangi misi-misi kristenisasi yang memang menjadi kekhawatiran islam saat ini. Sehingga dari bantuan modal yang dikucurkan oleh el Zawa dan Harum ini semoga dapat menjadikan sebuah ukhuwah islamiyah yang tetap eksis dalam hal aqidah serta moralnya.
Memang dilihat dari kerjasama antara el Zawa dengan Harum harus selalu di junjung dan balance, sebab melihat kondisi saat ini banyak umat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan dari para “aghniyak”. Dalam pantauan yang dilakukan oleh Harum terhadap para binaan Umkmnya juga sangat erat dan baik sekali. Dan ini patut dicungi jempol untuk di jadikan icon bahwa memang islam itu indah. Hal ini dapat dilihat dari hasil monitoring oleh pendamping UMKM el Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tanggal 22 April 2012 yang menyatakan bahwa terdapat beberapa UMKM yang tetap jalan dan semangat dalam menjalani profesinya. Adapun binaan UMKM kerjasama antara Harum dan el Zawa ini antara lain:
- Ibu Cholib yang berprofesi sebagai penjahit wanita. Bertempat tinggal di jalan Mawar Lowokwaru Malang. Suaminya bekerja sebagai penjahit baju laki-laki di sebuah lapak Ibu dua anak ini sering kesulitan mengelola modal usaha terutama saat tahun pelajaran baru, modal yang sedikit seringkali harus terpakai untuk biaya sekolah anaknya, sehingga Bu Cholib merasa sangat terbantu ketika mendapat pinjaman dari program ini.
- Ibu Sutinah yang berprofesi sebagai penjual sate. Bertempat tinggal di jalan Mawar Lowokwaru Malang. Ibu yang mempunyai lima orang anak ini, bekerjasama dengan suami menjalankan usaha sebagai penjual sate keliling pada sore sampai malam hari, sedangkan pagi hari beliau bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga paruh waktu. Keuntungan dari berjualan sate yang rata-rata /hari sekitar lima belas sampai duapuluh lima ribu rupiah biasanya habis untuk makan dan konsumtif lain sehari-hari, sementara upah sebagai PRT disisihkan untuk membayar listrik, air dan tabungan hari raya.
- Ibu Umi yang berprofesi sebagai penjual sayuran atau mlijo. Bertempat tinggal di jalan Mawar Lowokwaru Malang. Suaminya bekerja sebagai tukang becak. Bu Ummi berjualan dari jam 5 pagi sampai 9 malam di rumahnya. Beliau biasanya kulakan di pasar kebalen pada jam 3 dini hari yang dilakukannya setiap hari. Sebagai tukang becak suaminya sering tidak berpenghasilan sehingga keuntungan berjualan menjadi penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan 5 orang anak.
- Ibu Sri berusia hampir 40 tahun ini tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan Jl. Mawar gg 1 Lowokwaru. Diamanahi 6 orang anak. Mengandalkan usaha penjualan es doger untuk menopang kehidupannya. Gerobak es doger dijalankan oleh sang suami dan setiap hari mangkal di Pasar Tawangmangu (daerah sekitar kuburan sama’an). Penghasilan yang diperoleh setiap harinya tidak tentu, dengan omset penjualan sekitar hampir satu juta rupiah, biasanya pendapatan bersih rata-rata / hari sekitar 25 – 30 ribu rupiah.
Dari jumlah yang di bina oleh Harum dan el Zawa ini sebenarnya terdapat 12 orang, tetapi hanya empat yang tetap langgeng terhadap usahanya, sedangkan yang lainnya adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau konsumtif. Tetapi harapan dari el Zawa terhadap anggota binaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dalam kerjasama antara Harum dan el Zawa ialah walapun mereka hidup dalam kondisi yang berkecukupan tetapi agar tetap berjuang untuk melawan kerasnya kehidupan dengan berusaha serta usaha. (Anwar)















tolong informasi dimana kami bisa mendapatkan modal untuk membangun pabrik sabun di Aceh, dana tersebut boleh dalam bentuk hibah juga boleh dalam bentuk pinjaman.
Terimakasih
Afwadi Abdy
Naaf, kami belum bisa memberikan pinjaman /hibah untuk UKM sekelas Pabrik, tateapi coba anda konfirmasikan kepada Lembaga Zakat yang bertaraf nasional seperti Dompet Dhuafa atau perusahaan2 yg memiliki CSR. terima kasih
MOHON INFORMASINYA, SYA BRU LULUS DARI PERGURUAN TINGGI, SYA INGIN BERWIRAUSAHA, SUDAH ADA IDE YAITU USAHA KULINER, DAN SDAH ADA PERSIAPAN, TAPI MSIH BERHENTI DI TENGAH JAALN KARENA KEKURANGAN MODAL. MODAL YG SAYA BUTUHKAN TIDAK BNYAK, DI BWAH 3 JUATA. BSAKAH LEMBAGA INI MEMBANTU SAYA?
salam kenal,
kami adalah lembaga pelatihan dan kursus komputer di daerah ciamis jawa barat.
lembaga kami sudah berjalan satu tahun, kami ingin sekali mengembangkan usaha ini.
tapi terkendala masalah modal. mohon informasi bagaimana kami bisa mendapatkan bantuan modal tersebut.
terima kasih
mohon maaf pak, kami hanya melayani bantuan pinjaman modal UMKM untuk wilayah Malang Raya saja saat ini. terima kasih