Rihlah Akar Tangguh 2013
6 June 2013Dalam bahasa Indonesia dikenal pepatah tak kenal maka tak sayang. Itulah ungkapan yang barang kali tepat untuk menggambarkan tujuan kegiatan Pusat Kajian Zakat dan Wakaf “eL-Zawa” UIN Maliki Malang pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013. Untuk membangun hubungan emosional dengan penerima beasiswa Akar Tangguh, eL-Zawa memberikan fasilitas berupa tiket berwisata secara cuma-cuma. Tidak hanya itu, eL-Zawa juga memberikan uang saku, sehingga para penerima beasiswa dapat berwisata dengan hati gembira. Kali ini, lokasi yang dipilih adalah Jawa Timur Park I (Jatim Park I) yang terletak di Kota Batu Jawa Timur. Tempat wisata ini tidak hanya sekedar menyediakan wahana bermain saja, akan tetapi para peserta rihlah Akar Tangguh dapat memperlajari berbagai macam bidang keilmuan, seperti sosial-budaya, s...
Read moreMengeluh adalah satu aktifitas yang hampir setiap orang pernah melakukannya. Keluhan bisa disebabkan oleh sedikitnya rezeki, menurunnya kesehatan atau waktu yang terasa sempit. Tak ayal, watak manusia ini diabadikan dengan istilah “haluu’a”. Bagaimana cara agar tidak cepat mengeluh?
Dalam al-Qur’an, rumusnya ada dua, yakni shalat secara istiqamah dan bersedekah. Mengapa shalat dan mengapa pula sedekah? Sungguh, ketika shalat dipahami sebagai sebuah kebutuhan, niscaya tidak ada seorang pun yang menyia-nyiakan waktu berlalu tanpa shalat. Shalat ibarat udara yang senantiasa dibutuhkan. Shalat yang merupakan wujud penyerahan diri total seorang hamba kepada Tuhannya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Shalat dalam arti luas dapat dilakukan sambil berjalan, saat bekerja, dan ketika bergaul dengan sesama. Kalau shalat sudah menyatu dalam gerak langkah seseorang, niscaya hidupnya akan cerah, bungah, ceria, dan gembira. Ia tahu lebih dari manusia pada umumnya. Hatinya telah menyatu dengan setiap taqdir yang ia terima. Di depan matanya, ada Tuhan. Di setiap nafasnya ada Tuhan. Di setiap gerak langkahnya, ada Tuhan. Tuhan ada di mana-mana. Tuhan begitu dekat dan sayang kepadanya. Lalu, patutkah ia mengeluh? Rasanya tidak akan ada komplain ketika seseorang tahu apa yang telah direncanakan Tuhan untuknya. Ia mengerti Tuhan membuat jalan berliku untuknya agar ia semakin ingat dan dekat dengan-Nya. Ia akan bisa selalu damai dengan dirinya.
Di sisi lain, sedekah menjadi obat mujarab karena dapat melembutkan hati. Orang akan mudah terenyuh ketika tangannya bersedia mengulurkan bantuan kepada sesamanya. Ia akan merasakan kepedihan yang dialami saudaranya. Dari situ, teringatlah ia akan berbagai nikmat Tuhan yang masih ia kenyam, jauh lebih baik dari orang yang dilihatnya. Kekayaan, jabatan, popularitas, dan segudang ilmu yang dimiliki ternyata tak ada apa-apanya bila ia tidak bisa mensyukuri karunia ini dengan berbagi dengan orang lain yang tidak sesukses dirinya. Sedekah dengan senyuman, sapa ramah, uluran tangan persahabatan atau nasihat kebaikan tak akan mengurangi harta sedikitpun. Justru, kita akan bisa menjadi gembira dan bahagia. Kesadaran bahwa di dalam hartanya ada hak orang lain akan membuatnya kian mulia karena telah menjadi perantara tuhan untuk kebahagiaan saudaranya. Sungguh, dengan demikian, dua resep Tuhan untuk mengatasi keluh kesah sangat ampuh dan tak dapat disangkal. Silakan dibuktikan sendiri! Salam…















